Pages

Tampilkan postingan dengan label Pengolahan Citra Digital. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengolahan Citra Digital. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Januari 2013

Teknik-teknik Pengambilan Citra Digital

Ada beberapa teknik pengambilan citra digital yang bisa dilakukan, antara lain dengan menggunakan kamera digital (atau boleh juga web-cam) atau menggunakan scanner (bisa scanner umum, finger-print scanner, atau bar-code scanner). Hasil dari citra dengan penggunaan teknik kamera atau scanner berupa citra raster (atau citra dengan model matriks). Teknik pengambilan citra selain membutuhkan peralatan input, juga dibutuhkan suatu card yang disebut dengan frame grabber yang berupa rangkaian untuk mengolah citra secara hardware.

Selain itu, pengambilan citra dapat dilakukan dengan menggunakan teknik grafika komputer, yaitu dengan membentuk objek citra komputer sesuai dengan teknik pengambilan citra. Teknik ini banyak digunakan untuk keperluan entertainment seperti pembuatan animasi atau untuk keperluan GIS (Geographical Information System). Hasil dari citra dengan menggunakan teknik grafika ini bisa berupa citra raster atau citra vektor.

Rabu, 16 Januari 2013

Teknik Pengolahan Citra Digital

Secara umum teknik pengolahan citra digital dibagi menjadi 3 tingkat pengolahan, yakni sebagai berikut.

  1. Low-Level Processing (pengolahan tingkat rendah), pengolahan ini merupakan operasi dasar dalam pengolahan citra, seperti pengurangan noise, perbaikan citra dan restorasi citra.
  2. Mid-Level Processing (pengolahan tingkat menengah), meliputi segmentasi pada citra, deskripsi objek, dan klasifikasi objek secara terpisah.
  3. High-Level Processing (pengolahan tingkat tinggi), meliputi analisis citra.

Dari ketiga tingkatan pengolahan citra ini, dapat dinyatakan suatu gambaran mengenai teknik-teknik pengolahan citra digital dan macam-macamnya antara lain sebagai berikut. (Basuki, Ahmad, dkk., 2005)

Minggu, 06 Januari 2013

Sistem Warna pada Citra

Warna-warna yang diterima oleh mata manusia merupakan hasil kombiasi cahaya dengan panjang gelombang berbeda. Kombinasi cahaya dengan warna yang memberikan rentang warna paling lebar adalah warna merah (red), hijau (green), dan biru (blue) atau disingkat dengan RGB. Ketiga warna tersebut disebut sebagai warna pokok (Munir, 2004). Nilai dari RGB berada dalam rentang h000000 sampai dengan hffffff, dimana h0000000 menyatakan warna hitam dan hffffff menyatakan warna putih. Definisi nilai warna di atas ditunjukkan oleh Gambar 1, di mana variabel 0x00 manyatakan angka di belakangnya adalah heksadesimal.

Sistem Koordinat Citra

Sebuah citra adalah kumpulan piksel-piksel yang disusun dalam bidang dua dimensi. Indeks baris dan kolom (x,y) dalam sebuah piksel dinyatakan dengan bilangan bulat. Piksel (0,0) terletak pada sudut kiri atas pada citra, indeks x bergerak ke kanan dan indeks y bergerak ke bawah. Sistem koordinat pada citra ini berkebalikan dengan sistem koordinat grafik matematika/kartesian (Putra, 2011). Gambar di bawah ini menujukkan perbedaan titik origin antara dua jenis sistem koordinat tersebut.

Pengertian Citra Digital

Suatu citra dapat didefinisikan sebagai fungsi f(x,y), berukuran M baris dan N kolom, dimana x dan y adalah koordinat spasial dari citra, sedangkan f(x,y) merupakan intensitas atau tingkat keabuan dari citra pada titik tersebut. Apabila nilai x, y, dan f secara keseluruhan memiliki nilai yang berhingga (finite) dan bernilai diskrit, maka citra tersebut disebut dengan citra digital (Putra, 2010). 

Citra digital merupakan representatif dari citra yang diambil oleh mesin dengan bentuk pendekatan berdasarkan sampling dan kuantisasi. Sampling menyatakan besarnya kotak-kotak yang disusun dalam baris dan kolom atau dengan kata lain sampling pada citra menyatakan besar kecilnya ukuran piksel (titik) pada citra, dan kuantisasi menyatakan besarnya nilai tingkat kecerahan yang dinyatakan dalam nilai tingkat keabuan (grayscale) sesuai dengan jumlah bit biner yang digunakan oleh mesin atau dengan kata lain kuantisasi pada citra menyatakan jumlah warna yang ada pada citra (Basuki, 2005).